4 Tips Biar Kantong Enggak Bocor

25 March 2022

4 Tips Biar Kantong Enggak Bocor

Hi, kenalin aku Adit, vegan dari lahir tapi buka restoran ayam. Saat pandemi memang nggak gampang, banyak rencana jadi harus berubah. Kalau diingat-ingat, setahun pertama memang sulit, apalagi dulu belum jago atur duit. Paling pusing atur arus kas bisnis dan kaget situasi pasar berubah drastis. Ini cerita Adit.

Pisahkan Rekening
Pribadi dan Bisnis

Sebelum pandemi menyerang, membayar semua keperluan dari satu sumber bukanlah masalah. Bayar pemasok bahan, sewa tempat, kebutuhan makan, belanja istri, sampai uang sekolah anak, semuanya dari satu rekening koran yang sama. Tetapi selama pandemi berlangsung, bisnis lesu penuh tantangan. Rekening berantakan, begitupun keputusan bisnis. Karena atur budget yang rumit, rasanya sulit untuk melihat jalan keluar dari masalah ini.

Dari situ aku belajar, betapa pentingnya memisahkan tabungan pribadi dan bisnis supaya aku punya gambaran jelas tentang arus kas keduanya dan lebih gampang untuk budgeting. Bisnis akupun memulih, dan sekarang lagi otw buka 4 cabang baru. Nah masalah baru muncul, nih. Masa sih aku harus bikin rekening baru untuk setiap cabang?

Untungnya, aku ketemu Jago, bank digital yang bisa buat banyak rekening dalam 1 akun, cukup simple tapi membantu banget.

Monitor dan Analisa
Pengeluaran

Dengan budgeting yang mulai teratur, aku mulai bisa belajar cara menjalani bisnis ke next level. Bisnis aku bukan lagi sekedar motong ayam dan jual ayam, tapi bagaimana aku bisa me-manage uang aku secara efisien supaya bisnis aku semakin berkembang.

Nah seiring berjalannya waktu, aku mulai paham kalau bukan hanya pemasukan saja yang harus diperhatikan, tapi memonitor pengeluaran pun sama pentingnya. Setelah menganalisa pengeluaran, aku sadar ternyata aku terlalu banyak keluar uang untuk marketing yang notabenenya nggak efisien sama sekali, karena aku emang sebenernya nggak paham-paham banget marketing. Maklum, aku aslinya anak perminyakan, walaupun sekarang kerjanya cuma sama minyak goreng, sih. Hehe.

Kelola Bisnis dengan
Kantong Bersama

Anyways, makanya sekarang aku hire karyawan baru, si Dodi. Katanya, Dodi ini lulusan S3 marketing. Sebenarnya aku nggak percaya, tapi cuma dia yang apply kerja. Jadi apa boleh buat.

Dodi merekomendasikan untuk mengiklankan resto ayam aku ke social media. Menarik, tapi mengkhawatirkan. Untungnya, dari Jago aku bisa membuat Kantong Bersama. Aku undang Dodi untuk bergabung di Kantong Bersama untuk menggunakan uang demi keperluan marketing. Dengan Kantong Bersama, aku jadi bisa memonitor uang yang Dodi pakai dan memastikan Dodi menggunakan budget sewajarnya aja.

Pastikan Bayar Apapun
Serba Tepat Waktu

Beberapa waktu berlalu, resto ayam aku masuk rekomendasi top 10 Michelle star restaurants di negara mimpi. Karena banyaknya cabang yang aku punya sekarang, aturnya harus lebih tekun, tapi masalahnya aku sering fokus banget sama kerjaan, jadi bayar-bayaran sering ke-skip.

Dengan fitur Rencanakan Jago untuk mengatur jadwal pembayaran, aku jadi bisa tenang mengetahui pembayaran telah diatur secara otomatis tiap bulannya. Serasa punya asisten pribadi!

Dengan fondasi mengatur keuangan yang kuat dan serba otomatis, sekarang aku jadi bisa menikmati waktu lebih banyak dengan istri dan keluarga.

Dengan bantuan bank
digital, semua jadi mudah!

Ini akhir ceritaku, kalau aku bisa berjuang sampai sekarang, pasti kamu juga bisa! Semoga membantu untuk para sesama pejuang cuan dalam mengelola uang dengan baik.

Nah ini satu tips terakhir, seperti yang sudah aku lakukan, percayakan Jago untuk kebutuhan perbankan digital kamu dan gunakan fitur-fiturnya untuk membantu kamu mengelola cuan dengan mudah.

Semua jadi Jago

Mulai hidup seutuhnya dengan keluarga dan kerabat.

Download aplikasi Jago, lalu pilih Jago atau Jago Syariah dan daftar akunnya lewat ponsel kamu

download on app store download on google play

Scan Kode QR di bawah ini dengan kamera ponselmu untuk menginstall Jago.

QR code