Pastikan Ada Financial Boundaries Demi Keuangan yang Sehat, Apa Maksudnya?

8 March 2022

Pastikan Ada Financial Boundaries Demi Keuangan yang Sehat, Apa Maksudnya?

Keuangan yang sehat adalah sesuatu yang bisa diwujudkan dan dinikmati siapa saja. Untuk mencapai keuangan yang sehat, ada banyak caranya. Salah satunya dengan menetapkan financial boundaries. Apa itu financial boundaries dan bagaimana cara menetapkannya?

Financial Boundaries Bantu Capai Keuangan Sehat

Boundaries adalah batasan-batasan yang kita tentukan demi kebaikan. Dalam kehidupan, misalnya, ada orang yang membatasi diri dari konsumsi gula berlebih demi menjaga kesehatan. Nah, dalam keuangan juga ada boundaries yang bisa ditetapkan. Tujuan utamanya adalah mewujudkan keuangan yang sehat.

Meski tujuan utamanya adalah kesehatan finansial, menetapkan financial boundaries ada banyak manfaatnya. Financial boundaries membantu melindungi uang. Karena, hanya kamu yang dapat melindungi uangmu sendiri, bukan orang lain.

Dengan adanya batasan-batasan tertentu, uang nggak lagi digunakan sembarangan, tapi punya tujuan pemakaian yang jelas. Saat uang digunakan dengan tepat, kamu memprioritaskan kebutuhan dan kesehatan keuangan serta juga kesehatan mental.

Cara Menetapkan Financial Boundaries

1. Tentukan tujuan keuangan yang jelas

Pertama, kamu perlu menentukan tujuan keuangan yang jelas. Apa sih yang ingin kamu capai dalam 1 tahun ke depan? Bagaimana dengan 5 dan 10 tahun mendatang?

Tujuan keuangan ini harus jelas. Jadi, kalau misalnya kamu bilang kamu ingin mulai menabung, tapi berhenti sampai situ saja, ini belum cukup jelas, Jagoan.

Kalau kamu ingin mulai menabung dana pensiun, kamu perlu punya gambaran dulu apa yang akan kamu lakukan setelah memasuki masa pensiun. Apakah kamu ingin bersantai-santai saja sambil menjaga cucu? Apakah kamu ingin mulai keliling dunia? Tujuan pertama dan tujuan kedua tentu membutuhkan dana dalam jumlah berbeda.

Setelahnya, kamu bisa menghitung berapa sih kira-kira yang kamu perlukan saat hari tua nanti. Dari situ, kamu bisa mengkalkulasi harus menabung berapa setiap bulan supaya saat pensiun nanti dana sudah tersedia.

Begitu pula saat kamu ingin memiliki rumah sendiri. Kapan kamu ingin dapat membeli rumah? Apakah dalam 10 tahun lagi? Rumah seperti apa yang ingin kamu beli? Di daerah mana rumah tersebut berada? Pertimbangkan juga beberapa faktor lain terkait pembelian rumah. Cari tahu harga rumah idaman lalu hitung berapa uang yang perlu kamu sisihkan setiap bulan supaya tepat 10 tahun ke depan, rumah sudah bisa dibeli.

2. Tentukan budget, prioritaskan kebutuhan dan tujuan keuangan

Sekarang, sudah jelas tujuan keuangan apa saja yang mau kamu capai. Supaya semua tujuan keuangan bisa terwujud, tentu diperlukan tindakan nyata. Selanjutnya, kamu bisa menentukan budget.

Tentu saja, kamu perlu terlebih dahulu memprioritaskan kebutuhan seperti pembayaran tagihan bulanan dan belanja keperluan sehari-hari. Lalu, setelah budget untuk setiap kebutuhan sudah kamu alokasikan, dari budget yang tersisa, bisa kamu alokasikan untuk tujuan keuangan.

Penting juga untuk memprioritaskan tujuan keuangan dibandingkan keinginan yang lebih cenderung berpusat pada kesenangan dan hiburan. Tapi, bukan berarti kamu nggak boleh bersenang-senang dan menikmati hidup loh, Jagoan. Kamu tetap bisa menikmati self-reward, tapi frekuensinya bisa dikurangi.

Inilah yang dimaksud dengan financial boundaries. Kamu menetapkan batasan-batasan dan menyadari apa yang lebih penting dan perlu diprioritaskan. Hanya dengan kesadaran inilah kamu bisa mencapai keuangan yang sehat.

3. Bersikap tegas dan komunikasikan dengan jelas saat diperlukan

Agar batasan-batasan yang telah kamu tentukan dapat berjalan sebagaimana seharusnya, maka kamu harus dapat bersikap tegas dan mengkomunikasikan dengan jelas saat diperlukan.

Misalnya saja, teman memilih restoran yang cukup mahal untuk acara mingguan. Tapi, pada saat harus melakukan pembayaran, teman menyarankan untuk membagi rata tagihan. Padahal, karena sudah menetapkan batasan, kamu hanya memesan minuman dan dessert.

Sebelumnya, kamu nggak masalah saat teman membagi rata tagihan. Namun, nggak untuk kali ini dan seterusnya karena kamu memiliki tujuan keuangan untuk dicapai. Ini adalah situasi di mana kamu mesti bersikap tegas dan mengkomunikasikan alasan kamu nggak setuju dengan membagi rata tagihan.

Pada awalnya, kamu mungkin merasa nggak enak sama mereka. Tapi, sikap tegas dan komunikasi akan membantumu setia mengikuti financial boundaries yang sudah kamu tetapkan.

Mengatur Keuangan Pakai Aplikasi Jago, Mudah dan Praktis

Jagoan, sudah siap menetapkan financial boundaries untuk menikmati keuangan yang sehat? Kamu bisa gunakan aplikasi Jago untuk membantumu mengatur keuangan.

Mau misah-misahin kebutuhan dan tujuan keuangan serta budgeting? Kamu bisa pakai Kantong Bayar dan Kantong Nabung. Untuk 3 tujuan keuangan kamu bisa buat 3 Kantong Nabung. Punya lebih banyak tujuan keuangan? Kamu bisa bikin lebih banyak Kantong Nabung.

Mau memantau pengeluaran untuk memastikan nggak ada pengeluaran yang keluar dari budget? Setiap transaksi yang kamu lakukan melalui aplikasi Jago dan Kartu Debit Jago Visa akan otomatis dicatat dan bisa kamu pantengin kapan saja kamu butuhkan.

Mau lihat total penurunan atau kenaikan pengeluaran (juga bisa berdasarkan kategori pengeluaran) antara bulan berjalan dan bulan sebelumnya? Kamu bisa memanfaatkan Analisis Pengeluaran.

Masih banyak lagi fitur yang bisa kamu nikmati setelah membuat akun Jago. Untuk pembayaran berulang dan tepat waktu kamu bisa gunakan Rencanakan. Untuk menabung otomatis kamu bisa gunakan Autosave.

Tunggu apalagi? Aplikasi Jago bisa diunduh di sini bagi yang belum punya.

Semua jadi Jago

Mulai hidup seutuhnya dengan keluarga dan kerabat.

Download aplikasi Jago, lalu pilih Jago atau Jago Syariah dan daftar akunnya lewat ponsel kamu

download on app store download on google play

Scan Kode QR di bawah ini dengan kamera ponselmu untuk menginstall Jago.

QR code